kebutuhan dasar manusia yang tidak bisa tidak, diakui atau tidak, Adalah uang dan seks.
Uang, adalah urat nadi kehidupan yang paling real. Kecuali jika peradaban kembali surut ke abad purba. Dan seks, adalah basic insting manusia normal. Kecuali jika semua manusia yang ada sudah abnormal. Tapi mengandaikan itu terjadi, Sama artinya dengan mengandaikan kehidupan manusia berakhir. Karena tak kan ada lagi apa yang disebut dengan regenerasi biologis manusia.
Untuk mencapai uang dan seks, Manusia bertarung dalam hidupnya. Karena keduanya, selalu dalam kelangkaan. Tidak tersedia secara cuma-cuma. Tapi hanya bisa didapat setelah memenuhi segala prasyarat yang relevan. Untuk mendapatkan uang, Manusia harus berjuang untuk memburu lahannya. Dan harus memiliki senjata yang bernama kecerdasan finansial. Sedang untuk mendapatkan seks, Manusia juga harus berjuang untuk memburu momen dan peluangnya Dan harus memiliki sejumlah kompetensi yang terangkum dalam satu istilah:"kecerdasan seksual".
Lalu bagaimana dengan agama?. Agama tidak berada dalam status kelangkaan. Dia, hanya semacam abstraksi pikiran Hanya sebuah konsepsi imajiner yang ditanamkan kedalam kesadaran manusia. Sepanjang manusia mau membathinkannya, Dan mau patuh melakukan segala ritualnya, maka saat itu juga manusia sudah bisa dikatakan beragama.
Artinya untuk beragama, Manusia tidak berurusan dengan peluang dan kesempatan. Tidak berhadapan dengan persaingan. Tapi agama, hanya perlu monolog bathin dan tindakan individual dalam dirinya sendiri.
Itu sebabnya, Nyaris selalu terjadi, Seseorang menjual agamanya demi uang dan seks. Karena uang dan seks, Tidak bisa tidak, berani diakui atau tidak, Tetap harus dipenuhi dalam hidup yang normal dan realistis. Baik hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar finansial, Maupun untuk bisnis. Baik saat memilih teman hidup, maupun untuk kepuasan hasrat seksual. Intinya, Sebelum uang dan seks terpenuhi, Agama akan minggir dari kesadaran manusia. Itulah naturalnya kesadaran dan kebutuhan real manusia. Jika dibalik, biasanya pelakunya akan mengalami disorientasi hidup, Akan terjadi problem-problem gangguan kepribadian. Misalnya seseorang akan mengidap gejala neurotik, egoisme, fanatisme akut, anarkisme sosial, terperangkap menjadi seorang ilusionistik. Dan seterusnya....
Dan kenyataannya, Manusia sering terperangkap dalam lingkaran setan agama. Manusia yang gagal dalam hidupnya, Gagal dalam mencapai finansialisasi hidupnya, Gagal dalam kehidupan seksualnya, Akhirnya lari mencari perlindungan pada agama, Mereka berdoa dan minta pertolongan Tuhan. Tapi agama dan Tuhan, bisu. Karena memang keduanya, agama dan Tuhan, Hanya abstraksi rasa frustasi yang dibathinkan sebagai kesalehan dan iman.
Akhirnya manusia penderitanya tetap tidak bisa mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhan realnya. Maka semua itu, membuat pribadinya menjadi manusia setengah malaikat. Disatu sisi, tetap berusaha sebagaimana layaknya manusia yang pribadinya sehat (yang berpikir dan bertindak realistis). Tapi disisi lain, dalam kesadaran mereka, tetap bergema rasa lapar untuk ditolong oleh agama dan Tuhan. Akibatnya, mereka menjadi orang asing. Asing dan terseok seok dengan kehidupan kongkritnya. Dan asing dengan dirinya sendiri. Dengan kata lain, Uang dan seks, adalah kebutuhan dasar manusia, Adalah kebutuhan primer manusia. Tanpa dirancang, tanpa direncanakan, bahkan tanpa disebut, Refleks manusia butuh dan selalu membutuhkannya Sedang agama, hanya kebutuhan sekunder, Hanya aksesories tambahan yang dibuat oleh manusia. Hanya ada, ketika diada-adakan. Dan kegunaannya, hanya ada ketika dianggap berguna. Tapi pada uang dan seks, tidak berlaku kosa kata anggapan. Karena dia, melekat pada diri manusia dan kehidupan sosial. Selalu mendesak manusia untuk memenuhinya. Kecuali jika manusia ingin cepat mati, sesuai spirit agama, yang intinya, mematikan potensi dan hasrat-hasrat dasar manusia demi sebuah ilusi yang disebut dengan kesalehan dan iman.
***








0 komentar:
Posting Komentar